Mencari untuk memberikan stabilitas dan prediktabilitas di pasar aset digital, menciptakan "lapisan pendapatan tetap" untuk ekosistem ini.
Tujuan utamanya adalah menyelesaikan masalah fragmentasi dan volatilitas suku bunga di DeFi. Untuk itu, ia telah mengembangkan dua inovasi kunci:
Treehouse Assets (tAssets): Ini adalah aset yang ditokenisasi (seperti tETH) yang memungkinkan pengguna menyetor token dan, sebagai imbalan, menerima versi yang secara otomatis menghasilkan imbal hasil. tAssets ini mengoptimalkan imbal hasil dengan melakukan arbitrase antara berbagai protokol DeFi, seperti pinjaman, staking, dan pertanian hasil.
Tingkat Penawaran Terdesentralisasi (DOR): Ini adalah indeks terdesentralisasi yang berfungsi sebagai suku bunga acuan atau titik referensi untuk suku bunga dalam DeFi, mirip dengan LIBOR dalam keuangan tradisional. DOR bertujuan untuk menyatukan suku bunga yang terfragmentasi dan memberikan referensi yang transparan dan dapat diandalkan untuk penilaian produk keuangan di blockchain, seperti swap suku bunga dan obligasi.
Secara ringkas, Treehouse Finance mengkhususkan diri dalam menawarkan produk pendapatan tetap untuk aset digital, menggabungkan konsep dari keuangan tradisional dengan inovasi DeFi. Platform mereka, yang dikenal sebagai Harvest, juga menyediakan alat analisis portofolio dan manajemen risiko yang canggih agar para investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi.
Treehouse didirikan pada tahun 2021 di Singapura oleh tim yang memiliki pengalaman dalam keuangan tradisional dan teknologi, termasuk para pendirinya Brandon Goh, Ben Loh, dan Bryan Goh. Misi mereka adalah membangun infrastruktur yang diperlukan untuk pasar pendapatan tetap di DeFi, memungkinkan hasil yang lebih stabil dan dapat diprediksi.
