Setelah membahas banyak kelebihan Vanar, kita harus menyiram air dingin, secara rasional melihat risiko potensial di baliknya. Ingat, proyek apa pun yang terdengar sangat hebat, jika Anda tidak melihat risikonya, maka risiko terbesar adalah diri Anda sendiri.
Untuk proyek seperti Vanar yang berada di tahap awal dan di garis depan teknologi, kemungkinan imbalan tinggi pasti disertai dengan risiko tinggi.
🔴 Risiko Teknologi: Tantangan di 'Wilayah Tanpa Manusia'
1. Terlalu baru, stabil atau tidak? Menggunakan AI untuk menghitung dan menghubungkan ke blockchain, hal ini sendiri belum pernah divalidasi secara besar-besaran. Apakah mesin AI Vanar akan mengalami bug dalam situasi ekstrem? Bagaimana dengan efisiensinya? Semua ini memerlukan waktu untuk membuktikannya. Ini seperti mobil listrik generasi pertama, konsepnya keren, tetapi daya tahan dan keamanan perlu diuji oleh pasar.
2. Apakah AI bisa salah? Jika AI di blockchain membuat keputusan yang salah, seperti menghitung harga dengan salah, dan menyita aset Anda, siapa yang bertanggung jawab? Bagaimana cara memperbaikinya? 'Keterjelasan' (XAI) dan 'keamanan' AI adalah tantangan duniawi, terutama di bidang keuangan. Penyerang mungkin dapat 'menipu' model AI dengan menyusun data input tertentu sehingga model tersebut membuat keputusan yang menguntungkan penyerang (yaitu 'serangan adversarial').

🟡 Risiko pasar: 'Neraka' yang kompetitif dan realitas yang pahit
1. Persaingan terlalu ketat: AI+Web3 adalah medan pertempuran yang sangat diperebutkan. Di luar ada raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft yang mengawasi; di dalam ada para pemimpin rantai publik seperti Ethereum dan Solana yang dapat kapan saja beraksi, melalui akuisisi atau pengembangan sendiri, dengan cepat menutupi kekurangan mereka di bidang AI. Vanar seperti seorang pemuda dengan ilmu bela diri yang unik, tetapi harus menghadapi para ahli teratas di seluruh dunia.
2. Pembangunan ekosistem terlalu sulit: Meskipun ramah bagi pengembang, bagaimana memberikan insentif yang cukup (seperti Grant, dukungan teknis, aliran pengguna) agar pengembang bersedia melepaskan kepentingan yang telah mereka peroleh di ekosistem yang matang, dan beralih ke platform yang sepenuhnya baru, adalah tantangan besar. Di tengah melambatnya pertumbuhan pengguna Web3 saat ini, mendapatkan pengguna nyata semakin sulit.
3. Pembatasan dana: Menurut informasi publik, jumlah pendanaan awal Vanar (sekitar 260 juta dolar AS) dibandingkan dengan proyek 'level raja' seperti Sui, Aptos yang seringkali mencapai ratusan juta dolar, terlihat tidak sebanding. Ini berarti tim perlu sangat efisien dalam penggunaan dana dan mungkin menghadapi tekanan keuangan di masa depan.

🟢 Inspirasi/Peringatan risiko yang bisa didapat orang biasa
- Inspirasi: Kembangkan kebiasaan berpikir 'risiko pertama'. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam suatu proyek, buatlah daftar 3-5 alasan mengapa Anda pikir proyek tersebut mungkin gagal. Jika Anda dapat menerima semua alasan tersebut, barulah pertimbangkan apakah Anda ingin berinvestasi.
- Risiko: Harus disadari bahwa investasi dalam proyek teknologi awal, kegagalan adalah hal yang biasa, sedangkan kesuksesan adalah kebetulan. Jangan menaruh semua harapan pada satu proyek. Diversifikasi investasi adalah prinsip dasar untuk melindungi diri sendiri.
- Dari sudut pandang pembelajaran: Anggaplah analisis risiko sebagai pelatihan berpikir. Misalnya, Anda bisa menyelidiki model ekonomi tokennya, untuk melihat apakah kemakmuran ekosistem benar-benar dapat menguntungkan pemegang token. Jika protokol sangat menguntungkan, tetapi harga token tidak naik, maka model tersebut mungkin memiliki masalah. Memahami hal ini dapat membantu Anda menghindari 90% jebakan di masa depan. Tidak memberikan saran investasi, hanya menjadi teman risiko.