Pasar global sedang menyesuaikan diri dengan pergeseran besar dalam lanskap makro. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun telah melonjak menjadi 2,26%, level tertinggi sejak 1999, sementara obligasi Treasury AS 10 tahun diperdagangkan sekitar 4,28%, tertinggi sejak Oktober 2025. Langkah-langkah ini menandakan bahwa pasar sedang memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat dari baik Bank of Japan (BoJ) maupun Federal Reserve, bersamaan dengan melemahnya permintaan untuk utang pemerintah.
Perubahan ini penting karena aset aman kini membayar lebih lagi. Ketika obligasi menawarkan imbal hasil yang menarik dan relatif rendah risiko, modal secara alami berputar menjauh dari aset berisiko tinggi seperti kripto dan ekuitas. Kami sudah melihat pergeseran ini terjadi, dengan uang mengalir keluar dari pasar spekulatif dan masuk ke instrumen yang memberikan imbal hasil.
Pada saat yang sama, perbedaan kebijakan memperkuat USD/JPY, menambah tekanan lebih lanjut pada likuiditas global. Lingkungan dolar yang lebih kuat biasanya tidak menguntungkan bagi BTC dan ETH, karena kondisi keuangan yang lebih ketat mengurangi selera risiko dan leverage di seluruh pasar. Crypto berkembang pada likuiditas berlebih — dan saat ini, likuiditas sedang ditarik kembali.
Menariknya, investor yang mencari perlindungan tidak terburu-buru masuk ke crypto. Sebaliknya, emas menarik perhatian di dekat level $4,960, memperkuat perannya sebagai penyimpan nilai tradisional selama periode pengetatan dan ketidakpastian. Ini menunjukkan bahwa, dalam lingkungan saat ini, emas dipandang sebagai perlindungan yang lebih aman daripada aset digital.
Pesan dari pasar jelas: imbal hasil penting lagi. Ketika obligasi mendapatkan daya tarik kembali, aset berisiko menghadapi tantangan. Hingga harapan kebijakan moneter mereda atau kondisi likuiditas membaik, kehati-hatian tetap menjadi tema dominan.
Mikro dalam kendali — berdagang sesuai. #MarketRally $BTC

