Awal 2026 menandai pencapaian penting bagi pasar aset digital: kapitalisasi pasar stablecoin global telah melampaui $310 miliar. Angka ini mencerminkan peran stablecoin yang semakin vital dalam ekosistem kripto, baik sebagai alat pertukaran, penyimpan nilai, maupun jembatan likuiditas antara aset fiat dan aset digital.

Stablecoin merupakan kelas aset digital yang dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil dengan peg (sistem yang menjaga agar nilainya tetap mendekati aset acuan) terhadap aset dunia nyata, umumnya dolar AS. Mereka berbeda dari aset kripto lain yang volatil karena tujuan utamanya adalah stabilitas nilai dan utilitas dalam transaksi, lending, yield, serta DeFi.

Berikut ini ulasan tentang stablecoin terbesar berdasarkan ukuran pasar, termasuk mekanisme peg, model penerbitan, dan penggunaan utama mereka.

1. Tether (USDT)

USDT adalah stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Dirancang untuk mempertahankan peg 1:1 terhadap dolar AS, USDT dijaga melalui cadangan yang mencakup kas, surat berharga, dan aset lain yang mendukung stabilitas nilainya.

Penggunaan utama USDT mencakup:

  • Medium exchange antara aset kripto

  • Likuiditas di bursa

  • DeFi lending & borrowing

👉 Pantau harga USDT

2. USD Coin (USDC)

USDC adalah stablecoin yang diterbitkan melalui konsorsium Circle dan Coinbase. Seperti USDT, USDC mempertahankan peg terhadap dolar AS, tetapi dikenal dengan model penerbitan yang lebih transparan dan audit cadangan yang teratur.

Kegunaan utama USDC meliputi:

  • Transaksi lintas platform

  • DeFi dan yield farming

  • Penyimpanan nilai dengan transparansi tinggi

👉 Pantau harga USDC

3. Binance USD (BUSD)

Dikembangkan bekerja sama antara Binance dan Paxos, BUSD adalah stablecoin yang didukung penuh oleh cadangan dolar AS. BUSD dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna Binance, termasuk perdagangan cepat, penyimpanan nilai, dan penggunaan di produk Earn.

👉 Pantau harga BUSD

4. Dai (DAI)

Berbeda dari stablecoin yang sepenuhnya fiat-backed, DAI adalah stablecoin decentralized yang dikelola oleh protokol MakerDAO. Nilainya dipertahankan melalui overcollateralized posisi dengan berbagai aset kripto sebagai jaminan.

DAI banyak digunakan dalam ekosistem DeFi karena:

  • Mekanisme peg yang terdesentralisasi

  • Fleksibilitas jaminan aset

  • Integrasi luas dalam aplikasi DeFi

👉 Pantau harga DAI

5. TrueUSD (TUSD)

TUSD adalah stablecoin yang sepenuhnya didukung oleh cadangan dolar AS dan diaudit secara berkala untuk menegaskan transparansi. TUSD fokus memberikan pilihan alternatif cadangan yang dapat dipercaya di luar stablecoin mayor.

👉 Pantau harga TUSD

Mengapa Kapitalisasi Stablecoin Terus Tumbuh?

Pertumbuhan kapitalisasi stablecoin hingga melewati $310 miliar menunjukkan beberapa tren utama:

  • Stablecoin menjadi jembatan likuiditas utama antara fiat dan aset kripto.

  • Digunakan secara luas dalam protokol DeFi untuk pinjam-meminjam, yield, dan staking.

  • Menjadi pilihan stabil untuk menyimpan nilai saat pasar kripto mengalami volatilitas tajam.

  • Digunakan dalam pembayaran lintas batas dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

Dengan semakin banyaknya aplikasi dan adopsi stablecoin di berbagai sektor, peranan mereka sebagai elemen fundamental dalam infrastruktur aset digital semakin kuat.

Kesimpulan

Stablecoin bukan hanya alat untuk mempertahankan nilai, tetapi juga merupakan pilar likuiditas dan utilitas dalam pasar kripto global. Kapitalisasi pasar yang kini telah melampaui angka $310 miliar menyoroti pertumbuhan signifikan dari instrumen ini.

Memahami berbagai model penerbitan, mekanisme peg, dan penggunaan stablecoin utama seperti USDT, USDC, BUSD, DAI, dan TUSD dapat membantu pengguna menavigasi lingkungan kripto dengan lebih percaya diri dan informasi yang lebih lengkap.