Rapat tahunan Jackson Hole sangat dinantikan. Powell diperkirakan tidak akan mengungkapkan keputusan suku bunga bulan September di Jackson Hole lebih awal. Sebaliknya, pidatonya akan berfokus pada penilaian kerangka kebijakan moneter Federal Reserve yang dilakukan setiap lima tahun sekali.
Data terbaru menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada bulan Juli bergerak moderat, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda melambat, yang memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve mungkin menurunkan suku bunga pada bulan September. Menurut data dari Federal Reserve Atlanta, probabilitas penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September mencapai 62,9%, bahkan ada kemungkinan 22,5% bahwa penurunan suku bunga akan mencapai 50 basis poin.
Namun, sebagian analis memegang sikap hati-hati terhadap hal ini. Mereka percaya, Powell mungkin akan menggunakan pidato ini untuk "menyiram air dingin", membantah ekspektasi pasar yang terlalu agresif untuk pemotongan suku bunga. Beberapa pejabat hawkish di dalam Federal Reserve, seperti Ketua Federal Reserve Chicago, Goolsbee, dan Ketua Federal Reserve Atlanta, Bostic, telah secara terbuka menyatakan, bahwa sebelum memutuskan untuk memotong suku bunga, mereka perlu lebih jelas memahami dampak tarif terhadap inflasi.
"Sekarang yang paling perlu diperhatikan adalah...(pejabat Federal Reserve) apakah akan membantah ekspektasi pasar," kata Kepala Ekonom Strategi di Morgan Stanley Wealth Management, Ellen Zentner: "Diharapkan pejabat Federal Reserve yang tidak mendukung pemotongan suku bunga pada bulan September juga akan mengeluarkan pendapat. Jika mereka merasa pasar salah, mereka akan bersuara, karena mereka memiliki tanggung jawab untuk membimbing ekspektasi pasar agar tidak terlalu panas."
Federal Reserve terjebak dalam dilema kebijakan. Di satu sisi, langkah tarif yang menyebabkan indeks harga produsen (PPI) naik lebih dari yang diperkirakan, menunjukkan bahwa risiko inflasi input sedang terakumulasi; di sisi lain, pendinginan pasar tenaga kerja dan kelesuan industri menambah tekanan penurunan ekonomi.
Sementara itu, Presiden AS Trump terus menekan untuk meminta pemotongan suku bunga, dan sedang mencari pengganti. Masa jabatan ketua Federal Reserve Powell akan berakhir pada Mei tahun depan.
Pasar akan memperhatikan tiga sinyal kunci dalam pidato Powell:
Sikap yang jelas terhadap pemotongan suku bunga bulan September: apakah Powell akan mengisyaratkan bahwa pemotongan suku bunga sudah pasti, atau mencoba untuk memberikan ruang untuk tidak memotong suku bunga.
Penilaian terbaru tentang prospek ekonomi: bagaimana Federal Reserve memandang ketahanan pasar tenaga kerja dan risiko inflasi.
Sifat pemotongan suku bunga: jika terjadi pemotongan suku bunga, apakah Federal Reserve akan memposisikannya sebagai penyesuaian preventif, atau sebagai sinyal untuk mengatasi resesi ekonomi.