Mantan Presiden AS Donald Trump telah menghidupkan kembali debat imigrasi — kali ini menargetkan Eropa dengan peringatan yang tegas. Berbicara selama kunjungannya baru-baru ini ke Skotlandia, Trump mengklaim bahwa imigrasi yang tidak terkontrol sedang “membunuh Eropa”, mendesak tindakan segera dan tegas dari negara-negara Eropa.
🛑 “Kau Tidak Akan Memiliki Eropa Lagi”
Dalam pernyataan berani setelah turun dari Air Force One, Trump menggambarkan situasi itu sebagai “invasi,” menyatakan:
> “Kau lebih baik segera bertindak. Kau tidak akan memiliki Eropa lagi.”
Meskipun memiliki akar Eropa sendiri — ibunya berasal dari Skotlandia dan garis keturunan ayahnya dari Jerman — Trump menekankan bahwa beberapa pemimpin Eropa berhasil menahan tekanan imigrasi tetapi tidak mendapatkan pengakuan yang pantas mereka terima.
🇺🇸 Membanggakan Kesuksesan Kontrol Perbatasan AS
Trump juga menyoroti apa yang dia lihat sebagai keberhasilan pemerintahannya dalam mengamankan perbatasan AS-Meksiko:
> “Bulan lalu, kami tidak memiliki siapa pun yang masuk ke negara kami,”
ia mengatakan, memberi kredit pada kebijakan imigrasi ketatnya untuk penurunan penyeberangan ilegal.
Pernyataan ini sangat kontras dengan kritik yang dia hadapi di Amerika Serikat, di mana kebijakannya memicu protes luas dan perjuangan hukum. AS masih memegang populasi imigran terbesar di dunia — sementara di Eropa, lebih dari 87 juta migran internasional saat ini tinggal, menurut angka PBB 2020. 🌍📊
🤝 Kesepakatan Perdagangan Inggris & Pertemuan Bergengsi
Selama tur Eropa ini, Trump diharapkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, merayakan kesepakatan perdagangan Inggris yang ia sebut sebagai:
> “Kesepakatan hebat untuk kedua belah pihak.”
Selain pertemuan diplomatik, Trump juga dijadwalkan menghabiskan waktu di resor golfnya di Skotlandia di Turnberry dan Aberdeen, di mana ia akan membuka lapangan baru yang dinamai untuk menghormati ibunya yang telah meninggal.
Ada bahkan pembicaraan tentang kemungkinan pertemuan dengan Menteri Pertama Skotlandia John Swinney, yang dikenal sebagai pendukung Kamala Harris dalam pemilihan presiden AS 2024 — pertemuan yang bisa memicu rasa ingin tahu politik di kedua sisi Atlantik.
---
👉 Nantikan pembaruan terbaru dan wawasan global lainnya. Ikuti saya untuk berita terbaru yang tidak boleh kamu lewatkan.
🙏 Terima kasih telah membaca! 😊
