Apakah memiliki 1 Bitcoin sudah cukup? Bagi banyak orang, itu masih terlalu berisiko
Kendala psikologis dan perilaku membuat kepemilikan Bitcoin secara penuh menjadi tidak mungkin.
Bahkan dengan akses dan modal, masih ada faktor ketakutan. Aktivitas penambangan dan trading Bitcoin pada tahun 2025 telah menghasilkan fluktuasi harga yang liar. Dari melonjak melewati $109,000 hingga terjun kembali ke $70,000-an dalam hitungan minggu, volatilitas Bitcoin bisa membuat lumpuh — terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan penurunan 20%-30%.
Di luar aksi harga, Bitcoin masih membawa stigma spekulasi. Bagi banyak orang, itu tetap menjadi aset yang volatile daripada tempat penyimpanan nilai.
Suara-suara terkenal (Robert Shiller, Warren Buffett, George Soros) telah melabelinya dengan segala sesuatu dari gelembung hingga skema seperti Ponzi. Tambahkan kasus nyata manipulasi yang terkoordinasi, dan tidak mengherankan jika banyak yang bertanya-tanya apakah memiliki 1 Bitcoin memiliki makna jangka panjang — atau jika itu hanya perjudian berisiko tinggi.
Tahukah Anda? Beberapa investor teratas di dunia telah mengecam Bitcoin sebagai gelembung. Pemenang Nobel Robert Shiller menyebutnya “contoh terbaik dari mania spekulatif”; Warren Buffett menyebutnya “racun tikus kuadrat”; dan George Soros melabelinya “gelembung tipikal” di Davos (meskipun fondasinya kemudian menjelajahi perdagangan crypto).
