#BreakoutTradingStrategy 1. Pertemuan London: Pejabat tinggi dari kedua negara, termasuk Sekretaris Perbendaharaan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, mengadakan pembicaraan di London untuk membahas sengketa mengenai kesepakatan awal yang dicapai di Jenewa bulan lalu. Diskusi bertujuan untuk meredakan ketegangan di tengah tantangan ekonomi China dan dampak kebijakan perdagangan AS.
2. Konteks Ekonomi: Ekspor China pada bulan Mei merosot 34,5% tahun ke tahun ke AS, penurunan tertajam sejak Februari 2020, seiring tarif yang semakin membebani. Deflasi di gerbang pabrik juga semakin memburuk, menambah tekanan pada Beijing.
3. Reaksi Pasar: Dolar turun 0,2% terhadap yen, sementara imbal hasil Treasury sedikit turun (imbal hasil 10 tahun turun 2,6 bps) saat para pedagang menunggu hasil. Euro dan pound sterling naik secara modest.
4. Fokus pada Inflasi: Data CPI AS bulan Mei (akan dirilis pada 11 Juni) akan diperiksa untuk dampak tarif, dengan Fed memberi sinyal kehati-hatian terhadap pemotongan suku bunga sampai tren menjadi jelas.
5. Langkah Selanjutnya: Negosiator perdagangan Jepang merencanakan pembicaraan di Washington akhir minggu ini, menyoroti dinamika perdagangan regional yang lebih luas.