#BigTechStablecoin Perusahaan teknologi besar sedang mengeksplorasi adopsi stablecoin untuk mengurangi biaya transaksi dan memungkinkan pembayaran internasional yang lebih cepat. Inilah yang terjadi ¹ ²:
- *Perusahaan yang terlibat*: Apple, X (dulu Twitter), Airbnb, Google, Meta, dan Uber sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan kripto untuk mengintegrasikan stablecoin ke dalam platform mereka.
- *Manfaat*: Stablecoin dapat menurunkan biaya, meningkatkan pembayaran lintas batas, dan menyediakan penyimpanan nilai yang stabil, membuatnya menarik untuk operasi global.
- *Lanskap regulasi*: Pemerintah AS sedang bekerja pada kerangka regulasi untuk stablecoin, dengan undang-undang GENIUS bertujuan untuk memberikan kejelasan tentang penerbitan dan penggunaan. Namun, ada perdebatan mengenai partisipasi Big Tech dalam industri kripto, dengan beberapa pembuat undang-undang mendorong untuk melarang mereka membuat stablecoin mereka sendiri.
- *Pertumbuhan pasar*: Stablecoin telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan peningkatan 90% dalam kapitalisasi pasar sejak Januari 2024, mencapai $249,3 miliar. Stablecoin USDC milik Circle juga telah melihat kesuksesan, dengan penerbitnya melantai di Bursa Efek New York.
Beberapa kemitraan dan perkembangan yang mencolok termasuk ¹ ³:
- *Google*: Telah memfasilitasi pembayaran stablecoin dan sedang mengevaluasi stablecoin untuk pembayaran yang aman dan sehat.
- *Airbnb*: Sedang mendiskusikan integrasi stablecoin dengan Worldpay untuk mengurangi biaya kartu kredit.
- *X*: Sedang mengintegrasikan stablecoin ke dalam aplikasi X Money-nya dan telah bermitra dengan Polymarket untuk pasar prediksi.
- *Uber*: Sedang mengeksplorasi stablecoin untuk transfer uang internasional guna mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.