Kenaikan harga baru-baru ini dari $EOS terutama disebabkan oleh serangkaian perubahan strategis yang diterapkan oleh EOS Network Foundation (ENF), yang bertujuan untuk menghidupkan kembali ekosistem dan menarik investor baru.
🔑 Faktor kunci di balik lonjakan EOS
Tokenomi baru dengan pasokan tetap dan halving
EOS telah mengadopsi pasokan tetap sebanyak 2,100 juta token, menggantikan model inflasi sebelumnya yang memungkinkan hingga 10,000 juta token.
Siklus halving diperkenalkan setiap empat tahun, mirip dengan Bitcoin, yang dapat menghasilkan kelangkaan dan meningkatkan nilai token seiring waktu.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk menahan inflasi dan menstabilkan ekonomi token.
Restrukturisasi tata kelola
Komunitas EOS telah mengambil alih proyek ini dengan mendirikan EOS Network Foundation (ENF), memisahkan diri dari Block.one, perusahaan yang awalnya mengembangkan EOS.
Transisi ini bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan investor dan mendorong tata kelola yang lebih transparan dan terdesentralisasi.
Insentif untuk pengembang
ENF telah mengalokasikan 350 juta token EOS ke pasar RAM, memudahkan pengembang untuk membeli sumber daya yang diperlukan untuk menerapkan dan menjalankan aplikasi di jaringan.
Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan menarik bakat ke ekosistem.
Perubahan merek menjadi "Vaulta"
Pada Maret 2025, EOS Network mengumumkan perubahan namanya menjadi Vaulta, mencerminkan transisinya menuju layanan keuangan terdesentralisasi dan perbankan Web3.
Rebranding ini bertujuan untuk memposisikan jaringan sebagai platform terkemuka dalam solusi keuangan berbasis blockchain.
🧭 Kesimpulan
Kombinasi tokenomi baru, tata kelola yang diperbarui, insentif untuk pengembang, dan perubahan merek strategis telah menghasilkan minat baru terhadap EOS. Meskipun perubahan ini telah mendorong harga naik, penting untuk mempertimbangkan bahwa keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada adopsi yang berkelanjutan dan pelaksanaan yang efektif dari inisiatif ini.