Rubel menguat di atas 81 terhadap dolar AS, mencapai level tertinggi sejak 28 Juni 2024, lapor Reuters.
Kenaikan nilai tukar mata uang Rusia disebabkan terutama oleh kenaikan harga minyak, catat agensi tersebut.
Sebelumnya, selama sesi, rubel naik 1,5%, menjadi 80,90 terhadap mata uang Amerika di tengah rendahnya aktivitas perdagangan menjelang perayaan Paskah Ortodoks. Harga minyak naik 3% pada hari Kamis, dan selama seminggu meningkat sekitar 5%.
Mata uang Rusia telah meningkat lebih dari 40% terhadap dolar sejak awal tahun, terutama di tengah harapan meredanya ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat.
Rubel mengabaikan pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahwa Trump akan menghentikan upaya untuk mencapai kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa hari ke depan, jika tidak ada tanda-tanda jelas pencapaian kesepakatan.