#BinanceSafetyInsights Harga Bitcoin mengincar terobosan saat mereda ketegangan perang dagang dan memburuknya pasar obligasi AS mendorong optimisme investor. Wall Street rebound tajam, sementara analis memprediksi langkah berikutnya BTC di tengah ketidakpastian makroekonomi.
Saham AS Naik Saat Sentimen Pasar Berubah
Pada hari Jumat, 11 April, pasar saham AS rebound setelah minggu yang volatile yang ditandai dengan ketakutan inflasi dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China.
Indeks S&P 500 naik 1,81%,
Indeks Nasdaq Composite diakhiri dengan kenaikan 2,0%,
Indeks Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 1,5%.
Pemulihan ini dipicu sebagian oleh laporan laba yang kuat dari JPMorgan Chase, yang mencatat EPS $5,07 dengan pendapatan $45,31 miliar, mengalahkan ekspektasi analis. Namun, CEO JPMorgan Jamie Dimon memperingatkan tentang "gejolak yang cukup besar" di depan karena ketidakstabilan makroekonomi yang terus berlanjut.
Sementara itu, harga emas melonjak di atas $3,200, mencapai titik tertinggi baru saat investor mencari aset safe-haven.
Bitcoin Menguji $84,000 Saat Pasar Mengincar Pembalikan
Bitcoin (BTC) sempat diperdagangkan di atas $84,000 sebelum menetap di sekitar $83,796, naik lebih dari 4,5% dalam 24 jam. Meskipun volatilitas terbaru, BTC tampak tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi dan kebijakan.
Ketegangan tarif AS-China tetap menjadi faktor pasar utama. Presiden Trump baru-baru ini menangguhkan sebagian besar tarif global selama 90 hari, sementara meningkatkan tarif pada barang-barang Cina menjadi 145%, mendorong Beijing untuk