Binance, didirikan pada tahun 2017 oleh Changpeng Zhao (CZ), telah berkembang menjadi bursa cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan. Awalnya berbasis di China, Binance pindah ke Jepang dan kemudian Malta karena perubahan regulasi. Pada Maret 2025, kendaraan investasi MGX di Abu Dhabi mengakuisisi saham minoritas senilai $2 miliar di Binance, menandai investasi institusional terbesar di bursa tersebut.

Binance menawarkan rangkaian layanan yang komprehensif, termasuk perdagangan spot dan berjangka, perdagangan margin, staking, peminjaman, dan platform blockchainnya sendiri, Binance Smart Chain (BSC). Perusahaan juga menyediakan Binance Academy untuk sumber daya pendidikan, Binance Launchpad untuk proyek blockchain baru, dan Binance Labs sebagai divisi modal ventura.

Pada tahun 2023, Binance menghadapi tantangan hukum, termasuk denda sebesar $4,3 miliar karena gagal mencegah pencucian uang. Setelah peristiwa ini, Richard Teng mengambil peran sebagai CEO pada November 2023, bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan transparansi dalam organisasi. Meskipun menghadapi tantangan ini, Binance terus menjadi kekuatan dominan dalam industri cryptocurrency, melayani lebih dari 240 juta pelanggan di seluruh dunia.