Mengapa Bitcoin dibatasi hingga 21 juta unit? 🤔
Tahukah Anda bahwa Bitcoin dibatasi hingga 21 juta unit? Tidak seperti mata uang tradisional yang dapat dicetak tanpa batas, Bitcoin memiliki persediaan maksimum yang tetap. Tetapi mengapa Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin, memilih angka khusus ini?
Salah satu alasan utamanya adalah menciptakan kelangkaan yang mirip dengan emas.
• Sama seperti emas yang terbatas di dalam tanah, Bitcoin juga terbatas dalam kode.
• Kelangkaan ini dirancang untuk melindungi nilai terhadap inflasi. Tidak seperti mata uang fiat (seperti dolar $ atau euro €) yang dapat dicetak oleh bank sentral, Bitcoin tidak dapat “diencerkan”.
Pemilihan angka 21 juta dikaitkan dengan perhitungan ekonomi:
• Blok ditambang setiap 10 menit: Rata-rata, blok baru ditambahkan ke blockchain setiap 10 menit.
• Hadiah penambangan dibagi dua setiap 4 tahun: Ini disebut “halving”. Hadiah awal adalah 50 BTC per blok, hari ini hanya 6,25 BTC dan akan terus menurun.
• Pada tingkat ini, kita akan mencapai total 21 juta Bitcoin sekitar tahun 2140.
Dengan menetapkan batasan ini, Satoshi Nakamoto ingin menciptakan mata uang deflasi:
• Semakin sedikit Bitcoin yang beredar, semakin langka dan bernilai jadinya.
• Ini kontras dengan mata uang tradisional yang kehilangan nilai ketika bank sentral meningkatkan jumlah uang beredar.
• Inilah mengapa Bitcoin sering dibandingkan dengan emas digital.
Memahami batasan 21 juta ini berarti memahami hakikat Bitcoin: mata uang digital yang langka dan terdesentralisasi, terlindungi dari inflasi.
💬 Pertanyaan untuk Anda: Apakah menurut Anda kelangkaan ini akan meningkatkan nilai Bitcoin dalam jangka panjang?
