Tiga puluh tahun menjalani hidup, saya melihat sebuah kenyataan yang kejam namun nyata: ketika Anda memiliki uang, sumber daya, relasi, atau latar belakang yang kuat, dunia akan memandang Anda dengan cara yang berbeda. Kesempatan otomatis terbuka untuk Anda, suara Anda didengarkan dengan serius, tidak ada yang berani meragukan Anda; tetapi ketika Anda tidak memiliki apa-apa, bahkan jika itu bukan kesalahan Anda, sering kali Anda yang harus menanggung konsekuensinya.
Kita hidup di era media sosial, ketenaran telah menjadi bentuk kekuatan baru. Selama Anda adalah seorang selebriti, KOL, atau "orang besar", aturan akan dibengkokkan untuk Anda. Suara Anda diperbesar tanpa batas, kesalahan Anda dengan mudah dimaafkan, penderitaan Anda dibungkus menjadi kisah inspiratif.
Namun bagi kita yang biasa saja, dunia tidak pernah lembut. Kita diminta untuk diam, bersabar, dan patuh, seolah-olah arti keberadaan kita hanya untuk memfasilitasi kesuksesan dan kebahagiaan orang lain. Penderitaan kita diabaikan, teriakan kita tidak didengar, usaha kita jarang benar-benar dilihat.
Meskipun demikian, martabat, naluri baik, dan ketahanan kita tetap tak ternilai. Dunia mungkin lebih menyukai yang kuat, tetapi kekuatan sejati adalah tetap berdiri tegak di tengah ketidakadilan, memilih kebaikan di tengah ketidakpedulian, dan tidak menyerah untuk menjadi seseorang yang hangat dan berjiwa ketika diabaikan.
@Yi He @CZ @Melnyk_UKRAINA @yida wang #GoldSilverRally #TruthSocial #Poor #Learn #RiskAssetsMarketShock $BEAT
$FOLKS
$BNB