💥 Militer AS bersiap untuk operasi di Iran yang berpotensi berlangsung selama berminggu-minggu, menurut Reuters
Suhu geopolitik di Timur Tengah baru saja mencapai titik didih. Laporan baru dari Reuters mengonfirmasi bahwa Pentagon tidak lagi hanya melihat pada "serangan bedah"—mereka sedang mempersiapkan operasi militer yang berlangsung selama berminggu-minggu melawan Iran.
$ASTER Ini adalah apa yang perlu Anda ketahui tentang eskalasi besar ini:
🚢 "Armada Besar" Sedang Bergerak
AS saat ini sedang merakit kekuatan angkatan laut yang belum pernah kita lihat dalam beberapa tahun terakhir. USS Gerald R. Ford telah dialihkan dari Karibia untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Dengan dua kelompok serangan kapal induk di lokasi, AS sedang memposisikan dirinya untuk konflik berkepanjangan yang berkekuatan tinggi.
🎯 Di Luar Serangan "Sekali dan Selesai"
Sementara operasi sebelumnya hanya berfokus pada fasilitas nuklir, strategi baru ini jauh lebih agresif. Jika perintah diberikan, AS siap untuk membongkar:
Komando & Kontrol: Pusat kepemimpinan IRGC.
Infrastruktur: Institusi negara kunci dan jaringan keamanan.
$TAO Kemampuan Retaliasi: Menetralkan lokasi persenjataan Iran sebelum mereka dapat menembak.
⏳ Ultimatum Satu Bulan
Pembangunan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Pada 12 Februari, Presiden Trump mengeluarkan peringatan tegas: Iran memiliki waktu sekitar 30 hari untuk mencapai kesepakatan nuklir atau menghadapi konsekuensi "sangat traumatis".
$ZEC "Perubahan kekuasaan di Teheran akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi." — Presiden Trump, 13 Feb 2026
⚠️ Taruhannya: Sebuah Keg Powder Regional
Para ahli militer memperingatkan bahwa kampanye "berlangsung berminggu-minggu" adalah pedang bermata dua. Meskipun itu dapat mengurangi kemampuan Iran, itu secara signifikan meningkatkan risiko perang regional total. Persenjataan rudal besar Iran tetap menjadi ancaman langsung bagi pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan Kuwait.
#USIranStandoff #GeopoliticalTensions #BTCMiningDifficultyDrop