Media yang terafiliasi dengan pemerintah Iran mengatakan bahwa laporan tentang kematian istri pemimpin tertinggi yang telah meninggal tidaklah benar.
Reporter dari Fars News Agency dan Nournews mengatakan bahwa tidak benar bahwa Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh meninggal akibat cedera yang didapatnya dalam serangan yang menewaskan suaminya, Ali Khamenei.
Khamenei adalah orang kedua paling berkuasa di Iran. Sumber Iran mengatakan bahwa baik AS maupun Israel membom tempatnya di Teheran pada 28 Februari, yang mengakibatkan kematiannya.
Fars mengatakan bahwa laporan sebelumnya tentang kematian Bagherzadeh salah dan merupakan bagian dari informasi palsu yang menyebar setelah pemimpin tersebut tewas. Nournews, yang terkait dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, juga mengatakan bahwa dia masih hidup dan bahwa laporan pertama yang menyatakan bahwa dia telah meninggal tidaklah benar.
Tidak ada sumber berita yang memberikan informasi lebih lanjut tentang kesehatannya atau menjelaskan mengapa laporan sebelumnya mengatakan bahwa dia telah meninggal. Pernyataan sebelumnya ini pertama kali dilaporkan oleh beberapa media berita Iran, termasuk Iranian Students' News Agency.
Mereka mengatakan bahwa dia telah diserang, masuk ke dalam koma, dan kemudian meninggal akibat cedera yang dideritanya.
#iran #SupremeLeader #US #DonaldTrump $MKR
$GAL
$IO