Setelah puluhan tahun dominasi dolar, emas telah merebut kembali posisi teratas dalam cadangan global.
Pada awal tahun 2026, bank sentral memegang sekitar $4 triliun emas, melampaui sekitar $3,9 triliun dalam kepemilikan Treasury AS. Peralihan ini menandai pertama kalinya dalam sekitar tiga puluh tahun nilai cadangan emas melebihi nilai instrumen yang paling erat terkait dengan dolar.
Kenaikan harga emas didorong oleh reli yang kuat sepanjang tahun 2025, dengan harga melewati $4.500 per ons pada Januari 2026 dan kemudian diperdagangkan di atas $5.300. Kenaikan ini secara signifikan meningkatkan valuasi kepemilikan bank sentral yang ada.
Pada saat yang sama, beberapa negara — termasuk Cina, India, dan Polandia — secara bertahap telah mengakumulasi bullion sebagai bagian dari upaya untuk mendiversifikasi cadangan dan mengurangi paparan yang terkonsentrasi terhadap aset dolar.
Perubahan cadangan biasanya berkembang secara bertahap dan mencerminkan posisi strategis jangka panjang daripada volatilitas jangka pendek.
Dolar tetap menjadi pusat keuangan global.
Namun, perhitungan neraca kini menceritakan kisah yang berbeda.
Untuk pertama kalinya dalam satu generasi, emas memegang bagian yang lebih besar dari nilai cadangan global.
#FinancialMarkets #CentralBankStrategy #GoldPrices #USDollar #GlobalEconomy $XAU