
Kita sering terpukau dengan kemampuan AI, namun whitepaper Mira Network mengingatkan kita pada kelemahan fundamentalnya: ketidakmampuan untuk benar-benar bebas dari kesalahan. Ini bukan masalah teknologi semata, melainkan konsekuensi logis dari "dilema pelatihan". Ketika pengembang berusaha membuat AI lebih presisi (mengurangi halusinasi), mereka secara tidak sengaja meningkatkan biasnya, dan sebaliknya. Ibarat mendorong balon udara; satu sisi menonjol, sisi lain mengempis.
Mira Network menawarkan jalan keluar dari dilema ini melalui kecerdasan kolektif. Jaringan ini tidak bergantung pada satu "jenius" yang sempurna, melainkan pada "dewan ahli" yang beragam. Whitepaper mendetailkan bagaimana sistem ini mengubah konten menjadi potongan-potongan kecil yang kemudian disebar ke banyak model AI. Setiap model memberikan "suaranya" berdasarkan pengetahuannya yang unik. Konsensus yang tercapai bukan sekadar suara terbanyak, tetapi sebuah verifikasi kuat yang didukung oleh insentif ekonomi di jaringan blockchain.

Operator node yang jujur dan konsisten akan mendapatkan imbalan, sementara mereka yang mencoba curang atau memberikan jawaban asal-asalan akan kehilangan taruhan mereka. Ini menciptakan ekosistem di mana kejujuran adalah strategi yang paling menguntungkan. Dengan pendekatan ini, Mira tidak hanya memperbaiki AI, tetapi mendefinisikan ulang cara kita memercayainya. Jaringan ini membangun fondasi untuk masa depan di mana AI dapat menangani tugas-tugas kritis, dari diagnosis medis hingga analisis hukum, dengan tingkat keandalan yang sebelumnya mustahil dicapai oleh model tunggal mana pun
#Mira @Mira - Trust Layer of AI $MIRA
