Perang Melebar, Inflasi Menggila? Skenario Ekstrem yang Bisa Dorong Bitcoin Meledak
Eskalasi konflik global berpotensi memicu efek berantai di pasar keuangan. Dalam skenario ini, ketegangan perang mendorong penguatan DXY (indeks dolar AS), harga minyak melonjak, dan tekanan inflasi kembali meningkat.
Di saat yang sama, utang Amerika Serikat yang sudah menembus US$36 triliun mempersempit ruang fiskal. Jika inflasi dan tekanan ekonomi memburuk, The Fed bisa dipaksa memangkas suku bunga demi menjaga stabilitas. Pemangkasan suku bunga berarti likuiditas kembali longgar bahan bakar utama bagi aset berisiko.
Namun dinamika tak berhenti di sana. Jika Tiongkok merespons dengan stimulus besar, arus likuiditas global bisa bergeser. Pelemahan yuan berpotensi menambah tekanan inflasi berbasis dolar. Dalam skenario ekstrem, dunia menghadapi inflasi tinggi berkepanjangan dengan suplai uang terus membengkak.
Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap depresiasi mata uang fiat. Jika likuiditas benar-benar kembali membanjiri pasar, bukan tidak mungkin aset kripto kembali memasuki fase bullish agresif.
Ikuti analisa makro dan peluang kripto terbaru hanya di Menjadi Trader. Follow sekarang agar tidak tertinggal momentum besar #bitcoin #crypto #inflasi #macro #menjaditrader
Disclaimer: Bukan nasihat finansial (NFA). Selalu lakukan riset mandiri (DYOR).